F Mental Health (Kesehatan Kejiwaan) - Psychology, Health, Parenting, and Trending Topics

Mental Health (Kesehatan Kejiwaan)

Hai teman-teman, seperti kita ketahui bersama bahwa manusia terdiri atas roh, jiwa, dan tubuh. Nah di dalam artikel ini, saya akan berfokus pada jiwa dan tubuh. 
 
Ketika kita berbicara mengenai jiwa dan tubuh, keduanya memiliki kesamaan, yaitu membutuhkan perhatian dan perawatan. Perhatian dan perawatan yang kita berikan akan menentukan bagaimana Kesehatan keduanya.

Hal ini sangat penting kita lakukan, karena Ketika salah satu atau keduanya mengalami kondisi yang “tidak sehat”, maka kualitas kehidupan kita akan mengalami gangguan.

Untuk menjaga kesehatan fisik, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, rajin berolah raga, serta menjaga tubuh dari kebiasaan-kebiasaan buruk (merokok, kurang tidur) dan paparan resiko bahaya dari lingkungan.

Sementara itu, untuk menjaga jiwa juga ada Langkah-langkahnya, terus baca artikel ini sampai selesai ya teman-teman, saya akan kupas lengkap di dalam artikel ini. Untuk memudahkan pemahaman, kita perlu ketahui bahwa jiwa terdiri atas pikiran, perasaan, dan kehendak. Oleh karena itu, dalam menjaga Kesehatan jiwa kita akan berfokus pada ketiga hal tersebut teman-teman.

 

Apakah Kesehatan jiwa (Mental Health)? 

Untuk selanjutnya, Kesehatan jiwa akan saya sebut dengan “mental health” ya teman-teman. Menurut WHO, mental health adalah “a state of well-being in which an individual realizes his or her own abilities, can cope with the normal stresses of life, can work productively and is able to make a contribution to his or her community”.

Dalam terjemahan bebas saya, mental health adalah suatu kondisi dari kesejahteraan jiwa seseorang. Seseorang yang sehat jiwanya akan mampu menyadari kemampuannya, mampu melakukan coping (menangani) tekanan kehidupan yang biasa dialami secara umum, produktif, dan mampu berkontribusi di dalam kelompoknya.

Menurut cdc.gov , mental health mencakup emosi, kondisi psikologi, dan kesejahteraan sosial kita. Mental health mempengaruhi bagaimana kita berpikir, merasa (feeling), dan bertindak.  

Sejalan dengan hal tersebut, psychiatry.org menyampaikan bahwa Ketika mental health seseorang dalam kondisi baik, maka ia akan dapat memiliki :
Aktivitas yang produktif (bekerja, sekolah, maupun dalam kegiatan sosial
- Hubungan yang sehat dengan orang lain
- Kemampuan untuk beradaptasi dan berubah, dan mengatasi kesulitan

Nah berdasarkan penjelasan di atas, kita memahami bahwa mental health itu sangat penting bagi setiap orang, karena mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan kemampuannya untuk bertumbuh dalam kehidupan.

 

Bagaimana memiliki mental health yang baik?

1.Perhatikan dengan siapa kamu bergaul
Ada pepatah yang mengatakan “pergaulan yang buruk merusak”. Pepatah tersebut ada benarnya; karena pergaulan akan mempengaruhi kita. Meski demikian, ada juga loh “pergaulan yang baik”, yang justru akan menguatkan dan membuat kita menjadi semakin maju dan bersemangat.

Pengaruh pergaulan adalah dalam hal tindakan, perkataan teman-teman pergaulan, dan juga values (nilai-nilai) yang dipegang dan diagungkan oleh tempat pergaulan tersebut.

Contohnya Ketika kamu dekat dengan teman-teman yang suka ngomel akan segala sesuatunya, maka perasaan kamu akan cenderung menjadi tidak nyaman, lama-kelamaan pikiran kamu juga akan terpengaruh. Sebaliknya, Ketika kamu berada dalam komunitas yang senantiasa memberikan dorongan motivasi buat kamu, maka kamu justru akan mendapatkan semangat baru dari komunitas tersebut.

Oleh karena itu teman-teman, Ketika kamu secara konsisten merasakan perasaan negatif dan tidak Bahagia, coba deh kamu cek dengan siapa kamu sering bergaul.

Saran saya, jika pergaulan kamu cenderung membuat emosi kamu menjadi tidak stabil, perasaan cenderung negatif, mood jadi jelek, dan justru malah tidak termotivasi, mulai jaga jarak, bila perlu tinggalkan komunitas tersebut. Kamu pamit baik-baik, dan mulailah bergabung dengan komunitas yang positif. Dengan demikian, mental health kamu akan terjaga.

2.Perhatikan kebiasaan kamu dalam bermedia sosial
a.Dua sisi mata uang dalam bermedia sosial
Seperti dua sisi mata uang, media sosial dapat berdampak positif ataupun negatif buat kamu. Yang perlu kamu lakukan untuk menjaga mental health kamu adalah dengan memilih hal-hal mana saja dari media sosial yang membuat mental health kamu terjaga.

Ketika hal-hal yang kamu lihat dan dengarkan di media sosial membuatmu menjadi semakin semangat dalam hidup, membuat mood cenderung positif, membuat pemikiran dan pengetahuan kamu menjadi semakin meningkat, serta membuka jalan buat kamu untuk mendapatkan teman-teman dan komunitas baru yang positif, maka tetaplah di situ, dan ikutlah berkontribusi positif.

Sebaliknya, jika ada channel-channel ataupun media sosial milik orang lain yang banyak membagikan hal-hal negatif (seperti gambar-gambar kurang senonoh, ucapan-ucapan kurang baik, ataupun hanya sekedar pamer kekayaan, dan lain sebagainya) yang justru membuat perasaan dan pemikiranmu menjadi negatif (tidak Bahagia), tinggalkan itu. Abaikan dan unfollow mereka.

Maka perhatikanlah, maka mood, perasaan, dan emosimu cenderung lebih positif. Kamupun akan merasakan bahwa hidupmu lebih ringan dan riang. Jika kamu disiplin melakukan hal ini (tinggalkan channel-channel yang cenderung negatif, dan ikuti yang positif), maka akan berdampak positif pada mental health kamu.

b.Durasi waktu melihat media sosial (Screen time)
Teman-teman, selain mengenai dampak isi media sosial terhadap mental health kamu, dalam bermedia sosial kamu juga perlu memperhatikan dampaknya bagi Kesehatan mata kamu.

Karena Kesehatan mata (ataupun organ lainnya) juga pada akhirnya mempengaruhi kondisi mental health kamu. Misalnya, kamu mengalami sakit mata yang tak kunjung sembuh, sehingga kamu tidak dapat bekerja, belajar, dan bergaul dengan leluasa. Hal ini akan membuat perasaan kamu menjadi tidak nyaman, dan jika berlangsung dalam jangka waktu yang Panjang, akan mempengaruhi mental health kamu.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk membuat batasan dalam bermedia sosial (di depan laptop ataupun Hand Phone). Beri waktu istirahat untuk mata kita, dan juga untuk tubuh kita secara keseluruhan.
 
3.Perhatikan hal-hal yang kamu lihat, dengar dan baca
Jiwa kita terdiri atas pikiran, perasaan, dan kehendak. Berbagai hal yang kita lihat, dengar, ataupun baca akan masuk ke dalam pikiran kita, lalu mempengaruhi perasaan, dan akhirnya mempengaruhi kehendak dan tindakan kita.

Oleh karena itu, kamu perlu memilah hal-hal yang kamu lihat, dengar, dan baca. Fokuskan hanya hal-hal yang bersifat baik, positif, membangun, dan menguatkan mental dan hati kamu; serta hindari atau buang berbagai hal yang bersifat sebaliknya, yang akan bersifat TOXIC (meracuni) pikiran dan perasaan kamu.

Misalnya tontonan yang kamu pilih, pilihlah yang tidak mengandung unsur-unsur kemarahan, kesedihan, apalagi pembunuhan dan kekerasan. Hal ini akan mempengaruhi perasaan dan karakter kamu.

Beli dan bacalah buku-buku yang membangun dan memberikan inspirasi positif oleh penulis-penulis yang baik, biarkan berbagai bacaan kamu bersifat positif dan membangun.

Disiplinlah melakukannya teman-teman, maka kamu akan dapat menjaga mental health kamu. Selamat mencoba.

4.Jangan membandingkan dengan orang lain
Salah satu hal penting agar kamu tetap dapat tenang dalam kehidupan adalah jangan pernah MEMBANDINGKAN kehidupan kamu dengan orang lain. Karena setiap orang itu unik dan berbeda teman-teman.

Fokuskan pada kelebihan dan potensi yang ada dalam diri kamu, jadilah diri kamu sendiri.

5.Perbanyak bersyukur, berdoa, dan membaca kitab suci
Miliki kebiasaan untuk selalu mensyukuri berbagai hal yang ada dalam kehidupanmu. Sadarilah bahwa segala sesuatu yang ada dalam kehidupanmu itu pemberian Tuhan yang luar biasa.

Semakin banyak bersyukur, kamu akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupmu. Selain itu, perbanyak doa dan membaca, serta merenungkan Kitab Suci.

Sehingga berbagai ajaran Kitab Suci itu memenuhi pikiran dan hati kamu, dengan demikian, pikiran dan hati kamu akan senantiasa dekat dengan Tuhan, yang adalah Sang Pencipta dunia ini dan juga sumber kebahagiaan yang sejati.

6.Bangun kebiasaan baik
Hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah bangun berbagai kebiasaan baik dalam kehidupan, seperti :
- Berterima kasih
- Memberi
- Berprasangka baik
- Bermurah hati
- Menjaga Kesehatan tubuh dan pikiran
- Dan masih banyak lagi

Nah demikian teman-teman 6 cara untuk menjaga mental health kamu agar selalu prima.

Semoga bermanfaat.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan subscribe dan share ya teman-teman.

Saya doakan kamu sehat, sukses, dan bahagia selalu teman-teman.
Ngopi dulu ahhhhh…

Bogor, 25 Agustus 2021
Salam sehat bahagia,
Herry Santoso, S.Psi.
Content Writer-Author-Certified BNSP Trainer

Insta @ FB : @herrymotivator
Youtube Channel : Herry Santoso
085100465050

Sumber referensi :
www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response
www.cdc.gov/mentalhealth/learn/index.htm
www.psychiatry.org/patients-families/what-is-mental-illness  

#MentalHealth #KesehatanMental #HerrySantoso #Motivator #Motivasi


CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment