Kebahagiaan…merupakan hal yang sangat diinginkan setiap orang di dunia ini. Baik pria ataupun wanita, anak ataupun dewasa, dan dari golongan apapun. Namun pada kenyataannya, teman-teman tentu pernah mendengar orang yang berkata :
“Aku ga bahagia dengan hidupku…”
“Aku ga bahagia dengan pernikahanku…”
“Aku bahagia dengan apa yang aku miliki sekarang…”
“Aku bahagia dengan pekerjaanku…”
Dari pernyataan-pernyataan di atas, kita dapat mengambil sedikit kesimpulan bahwa meskipun kebahagiaan merupakan hak setiap orang, namun tidak semua orang “merasa” bahagia.
Mengapa demikian? Hal itu karena seperti yang disampaikan oleh Lyubomirsky (2009) bahwa kebahagiaan itu merupakan “pengalaman subyektif” dan “construal” setiap manusia.
** dalam psikologi sosial, makna Construal adalah bagaimana setiap orang melihat, memahami, dan menafsirkan dunia di sekitarnya
Artinya adalah meskipun mengalami kejadian yang sama, dua orang yang mengalaminya akan memandangnya dengan cara yang berbeda, dan hal ini akan menentukan tingkat kebahagiaannya. Contoh : ada dua orang ibu yang memiliki dua orang anak yang masih kecil-kecil. Ibu yang pertama merasa bahagia karena memandang bahwa anak-anak itu sebagai pribadi yang lucu, dan tidak semua orang dapat memiliki anak; sedangkan ibu yang kedua merasa tidak bahagia dengan kehadiran anak-anak dalam kehidupannya, karena ia merasa bahwa ia sudah tidak bisa bebas lagi bermain dengan teman-temannya, atau barangkali ia tidak dapat melakukan hobinya lagi dengan bebas.
Lalu, bagaimana agar tingkat kebahagiaan kita tinggi? Berikut tipsnya :
1. Biasakan untuk selalu bersyukur
Setiap bangun pagi atau sebelum beraktifitas, biasakanlah untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala hal yang telah Tuhan berikan kepada kita
2.Biasakan untuk melihat berbagai hal dari sisi positif
Teman-teman, ada yang mengatakan bahwa “kejadian” itu bersifat netral, cara kita memandang dan memaknainya lah yang akan menentukan tingkat kebahagiaan kita. Hal kedua yang perlu kita biasakan adalah untuk melihat berbaga hal dari sisi positif. Ambil hikmahnya, jangan hanya melihat dari sisi negatifnya saja. Setiap kejadian yang kita alami, selalu ada pelajaran yang dapat kita petik untuk kemajuan dan kebahagiaan kita.
3.Hentikan atau kurangi mengeluh
Meski kamu sedang mengalami suatu kejadian yang kurang menyenangkan, kurangi untuk mengucapkan hal-hal negatif tentang kejadian tersebut. Ketika kamu menyadari bahwa kamu sedang mengucapkan hal-hal negatif tentang suatu kejadian, hentikan saat itu juga, dan segera isi pikiran kamu dengan pernyataan-pernyataan yang positif dan menguatkan.
Contoh:
Ketika suatu kali kamu “dimarahi” atasan karena suatu dan lain hal; ketika kamu menyadari bahwa kamu sedang mengeluh, segera hentikan itu dan ganti pemikiran kamu dengan ucapan-ucapan positif, seperti :
“Ok, meski aku dimarahi atasan, aku bersyukur masih mempunyai pekerjaan”
“Untung hari ini aku diingatkan atasan, sehingga bisa segera perbaiki pekerjaanku”
4.Hindari teman-teman yang cenderung negatif
Seringkali, ketika kita sedang mengalami kesulitan, kita akan CURHAT kepada teman kita. Nah, hati-hati memilih teman CURHAT ya teman-teman. Kalau kamu menyadari bahwa teman CURHAT kamu itu malah “memanas-manasin”, ataupun “memprovokasi” dengan perkataan-perkataan yang negatif, segera hentikan pembicaraan, dan minta ijin kepadanya secara sopan untuk menenangkan diri sejenak ke tempat lain.
Perkataan-perkataan teman yang negatif justru membuat perasaan kita menjadi semakin tidak bahagia teman-teman.
5.Lakukan Teknik pernafasan sederhana
Nah, ketika kamu sedang kesal dengan orang tertentu atau kejadian, coalah menenangkan pikiran dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan sambil tersenyum.
Lakukan itu minimal 3-4 kali, dan perhatikan deh…perasaanmu tiba-tiba akan merasa lebih baik.
Silakan mempraktikkan ya teman-teman…
Ingat : “kebahagiaan adalah hal kamu, dan di bawah kendali kamu sepenuhnya”
Sumber :
Chapman University Digital Commons (2009)
Wikipedia
#kebahagiaan #tipsbahagia #psychology

0 comments:
Post a Comment