Pandemi ini boleh dibilang telah membuat “tatanan dunia” berubah drastis. Beberapa hal benar-benar hilang, sementara hal-hal lainnya justru semakin dibutuhkan berkali lipat di bandingkan dengan sebelumnya. Sehubungan dengan hal tersebut, yang perlu teman-teman ketahui adalah 8 skill yang (masih) diperlukan di era pandemi, bahkan kebutuhannya justru meningkat berkali lipat dibandingkan sebelum pandemi. Dengan menguasai 8 skill tersebut, teman-teman justru akan tampil sebagai pemenang di era pandemi ini.
Berdasarkan data yang saya peroleh dari bbc.com (2021, 24 januari), pandemi memberikan dampak negatif terhadap berbagai bidang. Di awal pandemi (awal tahun 2020) indeks di bursa saham seperti The FTSE, Dow Jones, Nikkei, Shanghai, dan Italy MIB anjlok dengan sangat drastis. Meskipun di bulan Januari 2021, Dow Jones, Shanghai, dan Nikkei mulai menunjukkan pertumbuhannya, index bursa saham Italy MIB dan FTSE masih berada di dalam area negatif. Sementara itu banyak negara yang masih berjuang dengan peningkatan angka pengangguran. Sedangkan jumlah lowongan pekerjaan di banyak negara menjadi sangat rendah jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.
Meski demikian, ada beberapa hal yang justru mengalami dampak positif akibat pandemi, dan mengalami peningkatan dalam kebutuhannya teman-teman. Tinggal seberapa jeli kita dapat melihat dan menggunakan situasi ini secara bijak, cerdas, dan pintar. Jika kita jeli, kita justru akan mendapatkan banyak keuntungan dari kondisi ini.
Nah di dalam artikel kali ini, berdasarkan berbagai data yang telah saya pelajari dari beberapa sumber terpercaya, saya menemukan setidaknya 8 skill yang perlu teman-teman kuasai jika ingin mengalami keberhasilan dan kemajuan baik dalam hal karir, bisnis, ataupun finansial di masa pandemi ini. Ingin tahu lebih detail lagi?
Baiklah, kita langsung saja ya teman-teman. 8 skill yang (masih) dibutuhkan di masa pandemi adalah :
1. Flexibility and Adaptability
Perubahan drastis dalam hal cara-cara dan metode manusia dalam bekerja, bertahan hidup dan bersosialisasi di era pandemi ini mendorong kita untuk menjadi manusia yang memiliki flexibility dan adaptability. Kedua kemampuan inilah yang akan membuat kita semua mampu bertahan, tetap relevan, dan bahkan mampu memetik keuntungan dari kondisi pandemi ini.
Beberapa perubahan yang terjadi adalah dalam hal bekerja dan memenuhi kebutuhan; manusia mulai melakukannya secara digital. Contohnya adalah untuk meeting-meeting yang biasanya dilakukan melalui tatap muka secara langsung, dengan diberlakukannya Work From Home (WFH : bekerja dari rumah) berubah menjadi virtual meeting (via Zoom, Google, Meet, Microsoft Team, dan lain sebagainya).
Sementara itu, beberapa perusahaan mulai memberlakukan virtual interview (wawancara secara virtual); dan dalam hal proses berbelanja kebutuhan sehari-hari, kini manusia lebih banyak mulai memanfaatkan platform-platform online. Seperti : Sayurbox, Gofood, Grabfood, Tokopedia, Shopee, dan masih banyak lagi.
Bayangkan jika kita tidak fleksibel, dan tidak adaptif; kita akan tergilas oleh zaman dan Kompetitor. Sebagai vendor, ketika kita ingin melayani customer kita dengan baik; kita perlu membangun platform digital, karena customer di era ini menginginkan banyak transaksi dilakukan secara digital (online), sehingga memudahkan mereka. Jika perusahaan kita tidak beradaptasi, maka customer akan berpindah ke kompetitor yang telah siap dengan platform digital.
Nyaman atau tidak nyaman, pendekatan kita dalam bekerja dan berbisnis perlu mengikuti kondisi dan selera pasar. Kita tidak boleh terlalu “kaku” dan memaksakan cara-cara dan pendekatan lama. Inilah yag dimaksud dengan flexibility dan adaptability, yaitu kemampuan untuk dapat dengan cepat menyesuaikan kemampuan dan pendekatan sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi saat ini.
2. Digital Skills
Selain kita sudah memasuki era pandemi, kita juga memasuki era 4.0, di mana internet menjadi tulang punggung dan inti dari berbagai transaksi yang dilakukan. Oleh karena itu, untuk dapat bertahan dan memenangkan kompetisi di era ini, diperlukan kemampuan digital; yaitu kemampuan di dalam menguasai berbagai hal yang berkaitan dengan internet, seperti : berbagai platform digital dan media sosial.
Bagi kamu yang ingin sukses sebagai karyawan, ataupun bagi kamu yang sedang melamar pekerjaan, perusahaan pasti akan lebih menyukai orang-orang yang memiliki kemampuan digital.
Contoh kemampuan digital yang perlu kamu asah adalah : kemampuan dalam hal mengoperasikan laptop, mengirim dan membaca email, platform-platform digital meeting (Zoom, dan lain sebagainya), kemampuan membuat Website, kemampuan untuk membuat flyer-flyer digital, kemampuan untuk menggunakan media sosial untuk branding, dan masih banyak lagi.
Jika kamu masih belum memiliki kemampuan digital, segeralah belajar dan mempraktikkan; karena jika tidak, maka kamu akan dikategorikan sebagai manusia yang GAPTEK (Gagap Teknologi); dan akhirnya akan menghambat karir dan bisnis kamu.
Di era ini sangat gampang koq untuk belajar apapun. Contohnya kemampuan untuk meeting dengan Zoom, kamu bisa mempelajari tutorialnya dari Youtube, dan media sosial secara gratis; dan lain sebagainya. Sehingga di era sekarang ini, dibutuhkan kemauan untuk belajar dan mencoba sendiri.
3. Communication Skills
Di dalam kehidupan, manusia tak lepas dari komunikasi, baik dengan diri sendiri maupun dengan manusia lainnya. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kemampuan yang akan tetap diperlukan manusia di era manapun.
Terlebih ketika dunia digital mulai mendominasi kehidupan dan pekerjaan manusia. Dalam berkomunikasi dengan klien atau atasan misalnya, yang banyak dilakukan melalui email maupun meeting digital, kemampuan dalam menggunakan kata-kata saat menyampaikan ide atau masukan sangat diperlukan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Di dalam bermedia sosial, kita juga perlu bijaksana dalam mepergunakan kata-kata ataupun dalam meng-komunikasikan apapun. Karena di dunia digital ini, segala hal yang kamu tuliskan akan meninggalkan jejak digital, yang seringkali sulit untuk dihapus. Jejak digital inilah yang nantinya akan menunjukkan siapa diri kamu yang sesungguhnya.
Seringkali, perusahaan yang akan menerima seorang karyawannya akan mempelajari pula jejak digital yang terdapat dalam media sosial calon karyawannya tersebut. Nah, coba kamu cek lagi postingan kamu di media sosial. Semoga selama ini postingan kamu selalu positif dan tidak menimbulkan hal-hal negatif kepada para pembaca lainnya.
Komunikasi di era digital ini juga sangat mempengaruhi keberhasilan dalam meyakinkan customer untuk membeli dari perusahaan kamu. Kemampuan dalam mengkomunikasikan brand perusahaan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, tidak heran jika saat-saat ini banyak perusahaan akan memberikan nilai lebih kepada orang-orang yang memiliki kemampuan dalam melakukan Copy Writing.
Jadi sangat penting bagi kamu untuk mulai meningkatkan skill kamu dalam menulis. Bacalah tips-tips praktis mengenai Teknik copy writing dari internet, buku-buku, ataupn melalui webinar-webinar. Yang gratis juga banyak loh, kamu hanya perlu rajin untuk mencarinya. Ingat, di era ini, ilmu mudah dicari.
4. Emotional Intelligence
Emotional intelligence (kecerdasan emosi) merupakan kemampuan manusia di dalam mengevaluasi, memahami, dan mengelola emosi mereka di tengah berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi; serta kemampuan di dalam memahami dan mampu memberikan respons dan pendekatan yang tepat terhadap kondisi “emosi” orang lain di suatu waktu.
Seperti yang telah saya tuliskan di atas, bahwa banyak terjadi perubahan dan tantangan terjadi di era pandemi ini. Kesulitan ekonomi, mengalami PHK, perubahan dalam cara kerja (yang biasanya bertemu tatap muka, kita harus melalui digital meeting), dan lain sebagainya merupakan kondisi yang menuntut setiap orang untuk “memaksa” dirinya keluar dari zona nyaman, dan berjalan melewati tantangan perubahan. Manusia dituntut untuk “mempelajari kemampuan baru” (Reskilling), dan “meningkatkan” kemampuannya (Upskilling) untuk dapat bertahan dan memenangkan kompetisi di era ini.
Berbagai hal tersebut dapat menyebabkan seseorang menjadi semakin “emosional” dan mengalami distress. Jika ini yang terjadi, maka akan mempengaruhi kinerjanya di dalam pekerjaan. Oleh karena itu, emotional intelligence sangatlah diperlukan untuk dapat bertahan dan memenangkan kompetisi di era ini.
Kamu ingin menjadi pemenang di era pandemi ini? Asahlah emosional intelligence kamu.
5. Creative Thinking and Innovation
Creative thinking merupakan sebuah kemampuan seseorang di dalam merespons berbagai tantangan dan perubahan dalam kehidupan dan pekerjaannya dengan cara-cara yang “out of the box”. Oleh karena itu diperlukan kemampuan di dalam memahami akar persoalan dan menemukan berbagai alternatif pemecahan masalah dengan kreatif.
Sedangkan di dalam innovation terdapat dua hal penting yang harus dikuasai, yaitu kemampuan untuk selalu memodifikasi dan memperbaiki kualitas produk, jasa, ataupun pendekatan agar menjadi lebih relevan dan memiliki competitiveness level yang tinggi; serta yang kedua adalah kemampuan dalam menghasilkan ide-ide baru yang bahkan belum pernah ada sebelumnya untuk memecahkan suatu permasalahan yang ada maupun untuk meningkatkan competitiveness level.
Kedua kemampuan ini (creative tinking and innovation) merupakan kemampuan yang sangat diperlukan bagi perusahaan manapun untuk dapat bertahan dan memenangkan kompetisi di era pandemi ini.
Nah, bagaimana dengan kamu? Semakin tinggi creative tinking and innovation skill yang kamu miliki, kamu akan menjadi semakin relevan dan dibutuhkan oleh perusahaan.
6.Leadership
Adanya perubahan dalam cara dan pendekatan yang dilakukan perusahaan, menuntut segenap karyawan perusahaan untuk mengikutinya (terlepas dari suka atau tidak suka, mampu atau belum mampu melakukannya).
Oleh karena itu para leader di perusahaan dituntut untuk tetap dapat memotivasi, menginspirasi, dan menggerakkan anggota timnya untuk tetap dapat beradaptasi dengan perubahan dan tetap memilik kinerja yang baik. Oleh karena itulah diperlukan leadership skill.
Seorang yang memiliki leadership skill yang baik akan senantiasa mampu melihat jauh ke depan, menciptakan momentum positif di dalam timnya, serta pada akhirnya mampu membuat perusahaan menjadi lebih produktif, adaptif, dan profitable (menguntungkan).
Nah, justru di era pandemi ini, perusahaan akan “memprioritaskan” orang-orang yang memiliki leadership skill yang baik, sehingga mampu membawa perusahaan untuk dapat bertahan dan memenangkan kompetisi di era pandemi ini. Kamu kah orangnya?
7. Crisis Management and Problem Solving
Pandemi menyentakkan hampir seluruh bidang di seluruh dunia ini. Banyak perusahaan yang karena tidak siap dengan dampak dari pandemi (seperti menurunnya daya beli masyarakat, kebijakan pemerintah yang melarang untuk keluar rumah dan berwisata, dll) akhirnya harus menyerah dengan keadaan. Satu per satu menyatakan pailit.
Hal tersebut karena mereka mengalami penurunan omzet secara drastis. Di sinilah crisis management and problem solving skill sumber daya manusia (SDM) di perusahaan diuji. Ketika perusahaan mampu dengan segera mengatasi krisis yang terjadi, serta mampu menguraikan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi dengan segera, maka ibarat sebuah kapal yang hampir karam, berbagai lubang dan kerusakan yang menimpa perusahaan akibat hantaman ombak pandemi segera dapat teratasi. Perusahaan pun terselamatkan dan bahkan menjadi lebih kuat dibandingkan sebelum pandemi.
Apakah kamu merupakan leader perusahaan? Milikilah crisis management and problem solving skill yang baik, kamu akan menjadi aset yang berharga bagi perusahaan, dan bahkan akan dicari-cari oleh berbagai perusahaan lainnya.
8.Data Literacy
Di tengah mega perubahan yang terjadi di era 4.0 dan pandemi ini, data merupakan critical asset (aset yang paling diperlukan) oleh perusahaan. Karena dari data-data lah perusahaan mampu mengevaluasi kelemahan perusahaan, kondisi saat ini, bahkan mampu memprediksi dan mampu meneropong kecenderungan pasar, kondisi kompetisi, psikologi konsumen, dan lain sebagainya bahkan hingga bertahun-tahun yang akan datang.
Dengan demikian perusahaan mampu segera mempersiapkan diri untuk berbagai tantangan dan kesempatan di depan yang segera datang menghampiri; sehingga ketika kedua hal itu sudah tiba, perusahaan sudah siap menghadapi dan menerimanya.
Oleh karena itu, perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mempersiapkan para leader dan segenap karyawannya untuk memiliki kemampuan data literacy (mengumpulkan, menerima, mengkategorikan, dan menganalisis data yang diperlukan perusahaan); serta mampu mengambil berbagai strategi yang efektif dan efisien berdasarkan pengolahan data tersebut.
Leader dan karyawan yang memiliki kemampuan data literacy yang mumpuni akan menjadi aset yang berharga bagi setiap perusahaan. Bagaimana dengan kamu?
Nah demikian 8 Skill yang (masih) dibutuhkan di Masa Pandemi. Persiapkan diri kamu untuk dapat bersaing di era 4.0 dan pandemi ini. Semoga bermanfaat.
Saya doakan kamu senantiasa sukses, sehat dan bahagia.
Ngopi dulu ahhhhh…
Sumber referensi :
1.https://www.bbc.com/news/business-51706225
2.https://www.topuniversities.com/student-info/careers-advice/9-skills-youll-need-succeed-post-coronavirus-business-world
3.https://www.bestcolleges.com/blog/in-demand-job-skills-covid-19/
4.https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2020/04/17/8-job-skills-to-succeed-in-a-post-coronavirus-world/?sh=79c8ea152096
#PandemiCovid-19 #SoftSkill #HerrySantoso

How to login into the casino in 2021
ReplyDeleteHere is how to do this: Step 1. Go to https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ the website. · Click on the “Login” 출장안마 link on the right-hand side. · Click on the “Login” button to enter a live wooricasinos.info chat kadangpintar number. · Enter the