F "Terkadang Sikap Masa Bodoh itu Baik dan Sangat Perlu” (Abaikan yang Tidak Perlu) - Psychology, Health, Parenting, and Trending Topics

"Terkadang Sikap Masa Bodoh itu Baik dan Sangat Perlu” (Abaikan yang Tidak Perlu)

Teman-teman, ada yang bilang kalau hidup ini susah berkembang karena sedikit pilihan. Menurut kamu bagaimana?

Kalau saya sih justru berpandangan yang sebaliknya. Hidup ini jadi kurang maksimal karena terlalu banyak hal dan pilihan. Jadi malah ga FOKUS.  Terlebih lagi di era informasi seperti sekarang ini. Informasi bertebaran begitu masifnya. 

Pernahkah teman-teman mengalami seperti ini, saat sedang bekerja, mau buka email, eh dapat notifikasi berbagai macam berita, WA, dan lain sebagainya. Lalu sebagian dari kita perhatiannya akan teralih, jadi malah lihat berita, terpancing ingin tahu ada info-info apa di grup WA, dan lain sebagainya. Akhirnya bisa ditebak, proses membaca email yang sebenarnya butuh waktu hanya 5 menit, malah jadi 1 jam belum kelar.

Ini yang oleh Daniel Goleman (2015) dalam bukunya “FOCUS” disebut sebagai pengalih perhatian “SENSORIS”. Indera penglihatan kita terpancing untuk melihat hal-hal lainnya. Namun ada pengalih perhatian satu lagi yang dampaknya lebih heboh, yaitu pengalih perhatian “EMOSIONAL”

Contohnya, saat kita sedang fokus mengerjakan tugas kuliah atau kantor pikiran kita terganggu karena teringat kembali akan perkataan teman kantor yang menyinggung kita. Jadilah jantung kembali berdegup kencang, mata mulai melotot, urat saraf semakin tegang, dan fokus terhadap pekerjaan di depan kita pun jadi hilang dalam sekejap.

Pengalih perhatian “SENSORIS” dan “EMOSIONAL” inilah yang dipergunakan oleh para marketer dalam memasarkan produk mereka. Mereka menggunakan gambar-gambar dan video-video produk yang menarik mata dan telinga, lalu menggunakan testimoni yang menggugah emosi, belum lagi ada tambahan diskon….

Loh, koq malah lari kemana-mana pembahasan saya, fokus lagi ya…..Intinya adalah begini teman-teman, seringkali beberapa orang mengalami distres, ga fokus, dan ga tenang dalam hidupnya; serta arah hidupnya seolah ga ke mana-mana bukan karena dalam hidupnya ga ada banyak pilihan; tapi justru ada banyak hal/pilihan yang mengganggu fokusnya.  

Contoh umumnya karena melihat teman-temannya di Medsos menampilkan ini itu, dia jadi kepingin. Lihat ada yang punya HP versi terbaru, kepingin, lihat ada yang baru beli rumah kepingin, lihat ada yang kerja di sana kepingin…kepingin ini kepingin itu, jadinya malah melupakan apa yang ada. Jadinya malah fokus pada hal yang tidak dipunyai, dan tidak mensyukuri apa yang sudah ada di dalam dirinya. Fokusnya bukan untuk mengembangkan apa yang ada dalam dirinya.
 

Hidup ini terlalu banyak pilihan teman, fokuslah pada apa yang menjadi tujuan utama dan keunggulan kalian. Terkadang Sikap Masa Bodoh itu baik dan sangat perlu, tapi masa bodoh terhadap hal-hal yang tidak membuat kita fokus dan berkembang. Kembangkan karunia dan kelebihan kalian, bukan malah ingin ikut-ikutan yang orang lain lakukan. Ingat teman, kita bukan mereka, dan mereka bukan kita; masing-masing fokus pada potensi yang ada dalam dirinya saja dulu.

Percayalah, Tuhan sudah memberikan talenta, kemampuan, kesempatan yang baik untuk setiap kita agar kita dapat berkembang. Setiap kita itu unik teman, ga perlu terlalu fokus untuk ikut-ikut apa yang dilakukan orang lain

Syukuri apa yang sudah kamu miliki saat ini, dengan cara demikian, kamu dapat mengevaluasinya dan mengembangkannya.
 

Saya doakan kamu semua sukses, sehat, dan selalu ya….Ngopi dulu ahhhhh….

Salam sehat dan bahagia,
Bogor, 23 Juni 2021
Herry Santoso, S.Psi.
Content Writer dan Author
Insta & Fb : @herrymotivator , @psychologyinyourlife
Youtube Channel : Herry Santoso
085100465050


Sumber referensi:

Focus (Daniel Goleman, 2015)

#Fokus #PengembanganDiri #Happiness #Psychology #DanielGoleman #HerrySantoso

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment